Tampilkan postingan dengan label Farmasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Farmasi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Juli 2012

FARMAKOGNOSI

Tidak ada komentar:


APA ITU FARMAKOGNOSI........?
            Farmakognosi berasal dari dua kata Yunani yaitu Pharmakon (obat) dan Gnosis (ilmu/pengetahuan). Jadi farmakognosi adalah ilmu pengetahuan tentang obat, khususnya dari nabati, hewani dan mineral. Definisi yang mencakup seluruh ruang lingkup farmakognosi diberikan oleh Fluckiger, yaitu pengetahuan secara serentak berbagai macam cabang ilmu pengetahuan untuk memperoleh segala segi yang perlu diketahui tentang obat.

Sejarah dan Perkembangan Farmakognasi
     Pada kurang lebih 2500 tahun SM, penggunaan tanaman obat sudah digunakan orang, hal ini dapat diketahui dari lempeng tanah liat yang tersimpan di perpustakaan Ashurbanipal di Assiria, yang memuat simplisia antara lain kulit delima, opium, adas manis, madu, ragi, minyak jarak. Seorang tabib telah mengenal kayu manis hiosiamina, gentiana, kelembak, gom arab dan bunga kantil.
        Pada tahun 1737 linnaeus, seorang ahli botani swedia, menulis buku “Genera Plantarum” yang kemudian menjadi buku pedoman utama dari sistematik botani, sedangkan farmakognosi modern mulai dirintis oleh Martiuss, seorang Apoteker jerman dalam bukunya “Grundriss Der Pharmakognosie Des Planzenreisches” telah menggolongkan simplisia menurut segi morfologi, cara-cara untuk mengetahui kemurnian simplisia.

Farmakognosi
        Farmakognosi mulai berkembang pesat setelah pertengahan abad ke 19 dan masih terbatas pada uraian makroskopis dan mikroskopis, dan sampai dewasa ini perkembanganya sudah sampai ke usaha-usaha isolasi, identifikasi dan juga teknik-teknik kromatografi untuk tujuan analisa kualitatif dan kuantitatif.

by. Admin
selengkapnya [...]

ILMU RESEP DAN SEJARAH FARMASI

Tidak ada komentar:
A. Pendahuluan
         Ilmu resep adalah ilmu yang mempelajari tentang cara penyediaan obat-obatan menjadi bentuk tertentu hingga siap digunakan sebagai obat. Ada anggapan bahwa ilmu ini mengandung sedikit kesenian, maka dapat dikatakan bahwa ilmu resep adalah ilmu yang mempelajari seni meracik obat (art of drug compounding), terutama ditujukan untuk melayani resep dari dokter.
         Penyediaan obat-obatan disini mengandung arti pengumpulan, pengenalan, pengawetan dan pembakuan dari bahan obat-obatan. Melihat ruang lingkup dunia farmasi yang cukup luas, maka mudah dipahami bahwa ilmu resep tidak dapat berdiri sendiri tanpa kerja sama yang baik dengan cabang ilmu yang lain, seperti fisika, kimia, biologi dan farmakologi. Pada waktu seseorang mulai terjun masuk kedalam pendidikan kefarmasian berarti dia mulai mempersiapkan dirinya untuk melayani masyarakat dalam hal :
  • Memenuhi kebutuhan obat-obatan yang aman dan bermutu.
  • Pengaturan dan pengawasan distribusi obat-obatan yang beredar di masyarakat.
  • Meningkatkan peranan dalam bidang penyelidikan dan pengembangan obat-obatan.
          Mempelajari resep berarti mempelajari penyediaan obat-obatan untuk kebutuhan si sakit. Seseorang akan sakit bila mendapatkan serangan dari bibit penyakit, sedangkan bibit tersebut telah ada semenjak diturunkannya manusia pertama.

 B. Sejarah Kefarmasian
          Ilmu resep sebenarnya telah ada dikenal yakni semenjak timbulnya penyakit. Dengan adanya manusia di dunia ini mulai timbul peradaban dan mulai terjadi penyebaran penyakit yang dilanjutkan dengan usaha masyarakat untuk melakukan usaha pencegahan terhadap penyakit. Ilmuwan- ilmuwan yang berjasa dalam perkembangan farmasi dan kedokteran adalah :
  1. Hipocrates (460-370), adalah dokter Yunani yang memperkenalkan farmasi dan kedokteran secara ilmiah. Dan Hipocrates disebut sebagai Bapak Ilmu Kedokteran.
  2. Dioscorides (abad ke-1 setelah Masehi), adalah ahli botani Yunani, merupakan orang pertama yang menggunakan tumbuh- tumbuhan sebagai ilmu farmasi terapan. Karyanya De Materia Medica. Obat-obatan yang dibuatnya yaitu Aspiridium, Opium, Ergot, Hyosyamus dan Cinnamon. 
  3. Galen (130-200 setelah Masehi), adalah dokter dan ahli farmasi bangsa Yunani. Karyanya dalam ilmu kedokteran dan obat-obatan yang berasal dari alam, formula dan sediaan farmasi yaitu Farmasi Galenika. 
  4. Philipus Aureulus Theopratus Bombatus Van Hohenheim (1493-1541 setelah masehi), Adalah seorang dokter dan ahli kimia dari Swiss yang menyebut dirinya Paracelcus , sangat besar pengaruhnya terhadap perubahan farmasi, menyiapkan bahan obat spesifik dan memperkenalkan zat kimia sebagai obat internal.
          Ilmu farmasi baru menjadi ilmu pengetahuan yang sesungguhnya pada abad XVII di Perancis. Pada tahun 1797 telah berdiri sekolah farmasi yang pertama di perancis dan buku tentang farmasi mulai diterbitkan dalam beberapa bentuk antara lain buku pelajaran, majalah, Farmakope maupun komentar. Kemajuan di Perancis ini diikuti oleh negara Eropa yang lain, misalnya Italia, Inggris, Jerman, dan lain-lain. Di Amerika sekolah farmasi pertama berdiri pada tahun 1821 di Philadelphia. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, maka ilmu farmasipun mengalami perkembangan hingga terpecah menjadi ilmu yang lebih khusus, tetapi saling berkaitan, misalnya farmakologi, farmakognosi, galenika dan kimia farmasi.    

          Perkembangan farmasi di Indonesia sudah dimulai semenjak zaman Belanda, sehingga buku pedoman maupun undang-undang yang berlaku pada waktu itu berkiblat pada negeri Belanda. Setelah kemerdekaan, buku pedoman maupun undang-undang yang dirasa masih cocok tetap dipertahankan, sedangkan yang tidak sesuai lagi dihilangkan. Pekerjaan kefarmasian terutama pekerjaan meracik obat-obatan dikerjakan di apotek yang dilakukan oleh Asisten Apoteker di bawah pengawasan Apoteker.

Bentuk apotek yang pernah ada di Indonesia ada 3 macam : apotek biasa, apotek darurat dan apotek dokter. Dalam melakukan kegiatan di apotek mulai dari mempersiapkan bahan sampai penyerahan obat, kita harus berpedoman pada buku resmi farmasi yang dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan, antara lain buku Farmakope (berasal dari kata “Pharmacon” yang berarti racun/obat dan “pole” yang berarti membuat). Buku ini memuat persyaratan kemurniaan, sifat kimia dan fisika, cara pemeriksaan, serta beberapa ketentuan lain yang berhubungan dengan obat-obatan.
Hampir setiap negara mempunyai buku farmakope sendiri, seperti :
  1. Farmakope Indonesia milik negara Indonesia 
  2. United State Pharmakope ( U.S.P ) milik Amerika 
  3. British Pharmakope ( B.P ) milik Inggris
  4. Nederlands Pharmakope milik Belanda  
           Pada farmakope-farmakope tersebut ada perbedaan dalam ketentuan, sehingga menimbulkan kesulitan bila suatu resep dari negara A harus dibuat di negara B. Oleh karena itu badan dunia dalam bidang kesehatan, WHO ( world health organization ) menerbitkan buku Farmakope Internasional yang dapat disetujui oleh semua anggotanya. Tetapi sampai sekarang masing-masing negara memegang teguh farmakopenya. Sebelum Indonesia mempunyai farmakope, yang berlaku adalah farmakope Belanda. Baru pada tahun 1962 pemerintah RI menerbitkan buku farmakope yang pertama, dan semenjak itu farmakope Belanda dipakai sebagai referensi saja. Buku-buku farmasi yang dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan : 

  1. Farmakope Indonesia edisi I jilid I terbit tanggal 20 Mei 1962 
  2. Farmakope Indonesia edisi I jilid II terbit tanggal 20 Mei 1965 
  3. Formularium Indonesia ( FOI ) terbit 20 Mei 1966 
  4. Farmakope Indonesia edisi II terbit 1 April 1972 
  5. Ekstra Farmakope Indonesia terbit 1 April 1974 
  6. Formularium Nasional terbit 12 Nopember 1978 
  7. Farmakope Indonesia III terbit 9 Oktober 1979 
  8. Farmakope Indonesia IV terbit 5 Desember 1995
 by. Admin
selengkapnya [...]

Sabtu, 07 Juli 2012

OBAT ANALGETIK BERDASARKAN ILMU FARMAKOLOGI

Tidak ada komentar:

Aspek Farmakologis Obat Analgetik


Obat analgetik atau bahasa simpelnya adalah obat penghilang atau setidaknya mengurangi rasa nyeri pada tubuh. Dalam perkembangan ilmu Farmakologi (enaknya ditambahin kata ilmu walaupun sebenarnya istilah farmakologi sudah mencakup ilmu) obat analgetik ini terbagi pada dua kategori besar yakni Obat Analgetik Narkotik dan Obat Analgetik Non-Narkotik.

Obat Analgetik Narkotik


Obat Analgetik Narkotik merupakan kelompok obat yang memiliki sifat opium atau morfin. Meskipun memperlihatkan berbagai efek farmakodinamik yang lain, golongan obat ini terutama digunakan untuk meredakan atau menghilangkan rasa nyeri yang hebat. Meskipun terbilang ampuh, jenis obat ini umumnya dapat menimbulkan ketergantungan pada pemakai. Obat Analgetik Narkotik ini biasanya khusus digunakan untuk mengahalau rasa nyeri hebat, seperti pada kasus patah tulang dan penyakit kanker kronis.

Obat Analgetik Non-Narkotik

Obat Analgesik Non-Nakotik dalam Ilmu Farmakologi juga sering dikenal dengan istilah Analgetik/Analgetika/Analgesik Perifer. Penggunaan Obat Analgetik Non-Narkotik atau Obat Analgesik Perifer ini cenderung mampu menghilangkan atau meringankan rasa sakit tanpa berpengaruh pada sistem susunan saraf pusat atau bahkan hingga efek menurunkan tingkat kesadaran. Obat Analgetik Non-Narkotik / Obat Analgesik Perifer ini juga tidak mengakibatkan efek ketagihan pada pengguna (berbeda halnya dengan penggunanaan Obat Analgetika jenis Analgetik Narkotik).
selengkapnya [...]

Memilih Obat Analgetika tanpa Resep

Tidak ada komentar:
Obat analgetik adalah obat penghilang nyeri yang banyak digunakan untuk mengatasi sakit kepala, demam, dan nyeri ringan. Obat-obat ini mudah diperoleh tanpa resep. Jika digunakan dalam waktu singkat, obat-obat ini umumnya aman dan efektif. Tapi dengan banyaknya macam obat analgetik yang tersedia di pasaran, harus dipilih obat yang optimal untuk pasien dalam keadaan tertentu. Pemilihan tersebut harus mempertimbangkan keadaan pasien, penyakit dan obat lain yang diminum dalam waktu bersamaan, keamanan, efisiensi, harga, dan tak ketinggalan respons tubuh pasien terhadap terapi. Sebelum memilih obat penghilang nyeri yang tepat, sebaiknya diketahui dulu apa yang disebut nyeri dan macam nyeri yang dapat disembuhkan dengan analgetika. Nyeri terjadi jika organ tubuh, otot, atau kulit terluka oleh benturan, penyakit, keram, atau bengkak. Rangsangan penimbul nyeri umumnya punya kemampuan menyebabkan sel-sel melepaskan enzim proteolitik (pengurai protein) dan polipeptida yang merangsang ujung saraf yang kemudian menimbulkan impuls nyeri. Senyawa kimia dalam tubuh yang disebut prostaglandin beraksi membuat ujung saraf menjadi lebih sensitif terhadap rangsangan nyeri oleh polipeptida ini. Berdasarkan lokasi asalnya, nyeri dapat dikatagorikan menjadi beberapa kelas yaitu: nyeri somatik, viseral, dan neuropatik. Nyeri somatik adalah nyeri yang berlokasi di sekitar otot atau kulit, umumnya berada di permukaan tubuh. Nyeri viseral adalah nyeri yang terjadi di dalam rongga dada atau rongga perut. Sedangkan nyeri neuropatik terjadi pada saluran saraf sensorik. Kondisi yang menyebabkan nyeri viseral antara lain adalah iskemia (kekurangan darah) pada organ atau jaringan tubuh (seperti pada penyakit angina ectoris/serangan jantung), kejang otot perut, regangan fisik suatu organ, regangan pada usus, dan sebagainya yang semuanya terjadi di dalam rongga perut atau dada. Tidak seperti nyeri somatik, nyeri viseral ini umumnya tidak dapat dirasakan secara tepat lokasinya, kadang terasa seperti di berbagai tempat pada kulit atau otot, tapi sebenarnya berada di dalam rongga badan. Obat analgetik tanpa resep umumnya sangat efektif untuk mengatasi nyeri ringan sampai sedang untuk jenis nyeri somatik pada kulit, otot, lutut, rematik, dan pada jaringan lunak lainnya, serta pada nyeri haid dan sakit kepala. Tetapi obat ini tidak begitu efektif untuk nyeri viseral. Obat analgetika tanpa resep biasanya digunakan untuk nyeri akut dan sering juga digunakan untuk terapi tambahan pada penyakit-penyakit kronik yang diikuti rasa nyeri. Namun belum terbukti babhwa obat ini bisa menyembuhkan nyeri neuropatik. Ada tiga kelas analgetik tanpa resep yang saat ini tersedia di pasaran, yaitu: golongan parasetamol, golongan salisilat meliputi aspirin/asetilsalisilat, atrium salisilat, magnesium salisilat, cholin salisilat; dan golongan turunan asam propionat seperti ibuprofen, naproxen, dan ketoprofen. Karena memiliki sifat farmakologis yang mirip, golongan salisilat dan turunan asam propionat digolongkan sebagai obat anti inflamasi non-steroid (AINS). Obat-obat ini tersedia dalam berbagai merek, termasuk sebagai obat generik, dan sering dikombinasikan dengan obat atau bahan tambahan seperti kafein. Obat-obat ini juga banyak dijumpai dalam komposisi obat-obat batuk, pilek dan flu. Obat-obat AINS memiliki sifat analgetika (penghilang nyeri), antipiretika (turun panas), dan antiinflamasi (anti bengkak/radang). Dengan dosis yang berbeda, dapat diperoleh efek yang berbeda. Dosis untuk efek analgetika biasanya lebih rendah dibanding untuk antiinflamasi. Perbandingan keampuhan Dari beberapa uji klinik diketahui tidak ada perbedaan signifikan dalam keampuhan obat-obat analgetika tersebut pada dosis standarnya. Namun diketahui obat-obat AINS nonsalisilat lebih unggul dibandingkan parasetamol, dan salisilat untuk nyeri haid dan nyeri tulang. Obat-obat AINS juga lebih efektif untuk nyeri yang berkaitan dengan inflamasi (seperti nyeri gigi, nyeri akibat sengatan matahari, dan gangguan rematik) jika digunakan dalam dosis untuk antiinflamasi dosis. Parasetamol bahkan tidak memiliki efek antiinflamasi, hanya analgetika dan antipiretik. Perlu pula diingat bahwa penyembuhan nyeri adalah bersifat subyektif yang dipengaruhi oleh berbagai faktor dalam diri pasien, seperti pengalaman sebelumnya dan sugesti bahwa nyeri akan hilang. Sehingga bisa jadi seseorang akan merasakan bahwa suatu analgetika tertentu lebih ampuh dibandingkan dengan yang lainnya, untuk nyeri tertentu. Ada beberapa kondisi kesehatan yang harus diperhatikan dalam pemilihan obat analgetika, antara lain: Gangguan ginjal. Prostaglandin berperan dalam fungsi ginjal dan sistem darah. Risiko yang mungkin terjadi adalah terjadinya gangguan elektrolit, kegagalan ginjal akut, gagal ginjal kronis, dan nephropati. Risiko ini lebih banyak dijumpai pada penggunaan obat AINS nonsalisilat yang lama. Pasien dengan gangguan ginjal sangat dianjurkan untuk berhati-hati dalam penggunaan analgetika ini. Penyakit kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah).Penggunaan obat AINS dalam waktu lama dapat menyebabkan gangguan kontrol tekanan darah pada pasien berpenyakit kardiovaskuler. Meskipun aspirin dosis rendah (50-325 mg per hari) kini direkomendasikan untuk beberapa penyakit kardiovaskuler (iskemia akibat stroke, infark jantung, dll), diperlukan pemantauan yang ketat dari dokter atau apoteker. Diabetes melitus. Pasien diabetes umumnya termasuk kelompok yang berisiko tinggi terhadap efek samping penggunaan obat AINS, karena mereka mempunyai toleransi terhadap nyeri yang lebih rendah dibandingkan orang normal, sehingga mereka umumnya membutuhkan analgetika lebih banyak. Karena pasien diabetes umumnya juga berisiko tinggi terhadap penyakit ginjal fase terminal, penggunaan obat analgetika harus hati-hati dan dimonitor oleh dokter atau petugas kesehatan lainnya. Gangguan saluran pencernaan. Obat-obat AINS dapat menyebabkan komplikasi saluran pencernaan seperti dispepsia, radang lambung, luka lambung, perdarahan lambung dan secara sistemik dengan penghambatan sintesis protaglandin. Radang lambung adalah efek lokal yang dapat terjadi pada dosis rendah, sedangkan perlukaan lambung biasanya terjadi akibat penghambatan prostaglandin secara sistemik dan sering kali tanpa gejala sebelumnya. Pasien yang berisiko tinggi terhadap komplikasi serius saluran cerna akibat AINS (seperti luka lambung, perdarahan,) adalah mereka yang punya riwayat gangguan lambung, yang berusia lebih dari 60 tahun, dan mereka yang menggunakan secara bersamaan obat-obat lain seperti kortikosteroid, antikoagulan dan nikotin. Faktor risiko tambahan antara lain adalah jika menggunakan aspirin dan obat AINS lainnya dalam kombinasi, dan menggunakan aspirin dan obat AINS lainnya dengan alkohol. Parasetamol merupakan pilihan yang paling aman untuk pasien dengan gangguan saluran cerna. Penyakit hati. Walaupun relatif tidak banyak terjadi, efek samping pada hati berkisar dari ringan sampai fatal dapat ditemui pada penggunaan analgetika. Salisilat bisa menyebabkan keracunan akut jika konsentrasi obat dalam darah tinggi, terutama jika pasien telah memiliki gangguan fungsi hati (seperti pada hepatitis) atau demam rematik. Pada peminum alkohol berat, risiko terjadinya keracunan hati bisa meningkat dengan pemakaian parasetamol yang berlebihan. Asma. Kira-kira 20% pasien asma berpotensi terhadap risiko reaksi alergi (hipersensitif) setelah penggunaan aspirin. Pasien yang mempunyai riwayat polip hidung atau rinitis, gatal-gatal, dan alergi lain terhadap aspirin sebaiknya menghindari penggunaan obat tersebut. Natrium salisilat dan parasetamol merupakan alternatif yang baik. Gangguan penggumpalan darah. Pasien dengan gangguan penggumpalan darah seperti hemofilia, trombositopenia, uremia dan sirosis harus menghindari pemakaian obat AINS. Mereka yang berusia lanjut dan yang mengkonsumsi alkohol secara reguler dan minum obat antikoagulan bisa mengalami pendarahan yang lebih lama, karena itu harus berhati-hati dalam menggunakan obat AINS. Di antara semua produk obat AINS, salisilat nonasetil merupakan pilihan karena tidak memiliki efek yang besar terhadap fungsi platelet. Namun, parasetamol umumnya masih merupakan pilihan yang aman untuk kondisi pasien dengan gangguan penggumpalan darah. Kelebihan asam urat. Banyak pasien rematik/gout menggunakan analgetik untuk menghilangkan nyeri. Salisilat pada dosis harian sebesar 1-2 gram menghambat pengeluaran asam urat melalui ginjal dan akibatnya meningkatkan konsentrasi urat pada plasma darah yang dapat memperparah kondisi. Kondisi khusus. Masalah keamanan obat analgetik tanpa resep terutama penting bagi orang lanjut usia, bayi dan anak-anak, dan wanita hamil/menyusui. Karena pasien lanjut usia umumnya menggunakan obat-obat untuk kardiovaskuler, diuretik, dan obat-obat lain, maka penggunaan bersama dengan analgetik tanpa resep harus dimonitor secara baik untuk menghindari interaksi obat. Selain itu, pasien lanjut usia cenderung lebih sensitif terhadap efek obat karena sudah berkurangnya fungsi ginjal, dan umumnya perlu penyesuaian dosis untuk mengurangi efek samping. Pada bayi dan anak-anak, keamanan dan efektifitas obat analgetika tergantung pada dosis yang tepat. Idealnya, dosis dihitung berdasarkan pada berat badan, dan obat harus diberikan dengan cara yang tepat agar semua obat bisa terminum, karena anak kecil umumnya sulit untuk anak sesuai dengan umurnya. Penyesuaian dosis juga sangat dibutuhkan pada bayi, karena berat badannya seringkali berubah secara signifikan selama masa perkembangan bayi. Salisilat tidak direkomendasikan untuk analgetika dan antipiretik pada bayi/anak-anak dengan gejala influenza atau cacar karena adanya kemungkinan sindrom Reye (gejala pembesaran kepala/encephalopathy pada anak-anak diikuti dengan pembengkakan liver). Parasetamol dan ibuprofen terbukti cukup aman dan efektif untuk anak-anak untuk penggunaan singkat. Penggunaan obat analgetika pada ibu hamil/menyusui dapat mempengaruhi janin maupun bayi melalui ASI. Pada wanita hamil, aspirin dapat mempengaruhi keseimbangan dalam badan (homeostasis) ibu maupun janin. Dosis tinggi dapat menyebabkan cacat kelahiran, kelambatan pertumbuhan janin dalam rahim, dan kelahiran mati. Secara umum, parasetamol merupakan analgetika pilihan untuk ibu hamil. Parasetamol dan ibuprofen juga merupakan pilihan yang baik untuk ibu menyusui. Akhirnya, disimpulkan bahwa walaupun obat tersebut dapat diperoleh tanpa resep, diperlukan kehati-hatian dalam pemilihan analgetika yang tepat sesuai dengan kondisi pasien.
selengkapnya [...]

Minggu, 22 April 2012

Obat-Obatan Alami Di Sekitar Kita

1 komentar:
     Obat-obatan yang beredar di pasaran terkadang menimbulkan berbagai efek samping.Terkadang menimbulkan berbagai efek samping.Padahal  alam sudah menyediakan brbagai macam obat alami dari bahan-bahan di sekitar kita.Hanya saja terkadang kita tidak menyadarinya.Yuk kita beralih kepada pengobatan yang alami dan pastinya ramah lingkungan …
Inilah beberapa bahan alami yang dapat digunakan untuk mengobati berbagai penyakit ringan:

1. Batuk
   Batuk bisa dihilangkan dengan mengkonsumsi madu sebanyak 2 sendok the.Madu mengandung zat anti biotic yang dapat menghambat dan melawan berbagai kuman penyakit didalam tubuh.Bisa langsung diminum atau dicampur air.

2. Panas Dalam Dan Gangguan Pencernaan
    Selain bisa dikomsumsi dalam bentuk minuman segar ,cincau dapat digunakan sebagai obat penurun panas dalam dan gangguan pencernaan.Ini dikarenakan berbagai kandungan seperti kaborhidrat,kalsium,fosfor,vitamin (A,B1,C) dan air yang cukup banyak.

3. Sakit Gigi
  Kangkung bisa mengobati sakit gigi. Kangkung memiliki berbagai sifat kimia yakni sebagai anti racun,mengobati radang dan dapat menenangkan.Caranya rebus segenggam akar kangkung dengan satu air gelas dan setengah sendok teh cuka. Setelah mendidih,airnya dapat digunakan untuk berkumur.

4. Sakit Kepala Dan Masuk Angin
   Untuk penyakit ini,bisa dengan menggunakan jahe. Jahe diparut ,kemudian direbus dan diminum airnya sebanyak 1-2 cangkir setiap hari.jahe mengandung zat thromboxane A2 yang dapat mempelancar aliran darah.

5. Sariawan
   Ambil dua helai daun sirih,kemudian di rebus.Rebusnya dipakai berkumur untuk membersihkan bakteri digigi dan di mulut ,sekaligus meredakan sakit. Bakrteri akan hilang dalam waktu relative cepat karena kandungan antioksidannya yang tinggi

6. Flu Atau Pilek
   Mengantisifasi dan mengobati flu dapat dengan mencampur beberapa bahan berikut.Air rebusan jahe dicampur  dengan jeruk nipis dan madu.lezat dan segar!

7. Bengkak Atau Memar
    Untuk tubuh yang bengkak / memar,khususnya bagian luar bisa dengan daun sirih.Caranya bersihkan kulit kemudian daun sirh yang sudah tua dilayukan atas api.Selagi masih hangat,tempelkan dibagian yang memar .Kandungan fenol,zat antiseptic yang tinggi di dalam sirih mampu membunuh kuman dengan efektif….

Disunting dari : http://www.grosira.com/sehat-bugar/obat-obatan-alami-di-sekitar-kita

selengkapnya [...]

Kamis, 05 April 2012

Buah Sirsak Obat Tumor dan Kanker

Tidak ada komentar:
Sirsak Penyembuh Kanker & TumorBuah Sirsak (Graviola) adalah salah satu makanan pavorite saya, mungkin sebagian dari anda juga adalah pengkonsumsi dari buah sirsak ini. Namun dibalik dari rasanya yang sedikit asam – asam ini ternyata buah sirsak ini mengandung manfaat yang luar biasa.
Di kalangan masyarakat perkampungan yang dimana pohon sirsak ini banyak ditanam, Buah sirsak ini dipercaya dapat mengobati berbagai penyakit, bahkan ada sebagian masyarakat yeng mempercayai mitos bahwa buah sirsak adalah salah satu makanan kesukaan para dewa, sehingga untuk memetiknyapun tidak boleh sembarangan.
Karena beredarnya khasiat buah sirsak ini hingga sampai ke telinga para pakar riset di Health Sciences Institute, dan merekapun melakukan riset ternyata hasilnya sangat mengejutkan, selain obat untuk berbagai jenis parasit/cacing, menurunkan tekanan darah tinggi, anti bakteri, anti jamur  dan menormalkan sistem syaraf yang kurang baik. Ternyata buah sirsak ini berkhasiat membunuh tumor/kanker. (Beyond Chemotherapy: New Cancer Killers, Safe as Mothers Milk terbitan Health Sciences Institute).
Sebenarnya khasiat buah sirsak ini telah diketahui sudah lama oleh The National Cancer Institute (NCI) pada tahun 1976, hanya tidak pernah dipublikasikan karena alasan untuk kepentingan penyelidikan.  kayak Buronan aja ya? Hehehe…
Sirsak disebut juga jnangka sabrang, nangka londo, Nangka buris, srikaya Jawa, dan di Jawa barat dikenal dengan nama Manalika.
Dibawah ini beberapa manfaat sirsak beserta ramuannya:
  • Sakit Pinggang. 20 lembar daun sirsak, direbus dengan 5 gelas air sampai mendidih hingga tinggal3 gelas, diminum 1 kali sehari 3/4 gelas.
  • Ambeien. Buah sirsak yang sudah masak. Peras untuk diambil airnya sebanyak 1 gelas, diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.
  • Sakit Kandung Air Seni. Buah sirsak setengah masak, gula dan garam secukupnya. Semua bahan tersebut dimasak dibuat kolak. Dimakan biasa, dan dilakukan secara rutin setiap hari selama 1 minggu berturut-turut.
  • Bayi Mencret. Buah-sirsak yang sudah masak. Buah sirsak diperas dan disaring untuk diambil airnya, diminumkan pada bayi yang mencret sebanyak 2-3 sendok makan.
  • Anyang-anyangan. Sirsak setengah masak dan gula pasir secukupnya. Sirsak dikupas dan direbus dengan gula bersama-sama dengan air sebanyak 2 gelas, disaring dan diminum.
Disunting Oleh : Admin
selengkapnya [...]

OBAT-OBATAN HERBAL

Tidak ada komentar:
  • MENGKUDU
KHASIAT : Melancarkan Proses Metabolisme Tubuh, Menenangkan Dan Menstabilkan Tekanan Darah, Gula Darah Dan Siklus Haid, Menguatkan Pencernaan, Sistim Pernafasan, Daya Konsentrasi, Seksualitas, Anti Radang, Anti Nyeri, Anti Kanker, Kolesterol, Lever, Depresi, Melangsingkan Dan Menghaluskan Kulit, Asam Urat, Melancarkan Kencing, Batuk, Tumor, Membantu Proses Penyembuhan Gangguan Jantung, Limpa, Paru-Paru, Usus, Gula,
  • PEGAGAN
KHASIAT : Meningkatkan Daya Ingat, Mental Dan Stamina, Memperkuat Dan Meningkatkan Daya Tahan Dan Daya Rangsang Otak dan Saraf, Memperlancar Transportasi Darah Pada Pembuluh-Pembuluh Otak, Asma, Demam, Darah Tinggi, Kencing Keruh, Bengkak, Wasir, Cacingan, Thypus, Ayan, Lepra, Menambah Nafsu Makan, Busung, Sakit Kencing, Sakit Perut, Sakit Kepala, Sakit Tenggorokan, Keracunan Jengkol, TBC, Liver, Pembengkakan Hati, Batuk Dan Muntah Darah, Mimisan, Batuk Asma, Batuk Kering. Meningkatkan Sirkulasi Darah Pada Lengan Dan Kaki, Mencegah Varises Dan Salah Urat, Menyeimbangkan energy level Serta Menurunkan Gejala Stres Dan Depresi, Menyembuhkan Infectious Hepatitis, Campak (measles), Radang Amandel (Tonsillitis), Bronchitis, Infeksi Dan Batu Sistem Saluran Kencing, Menyegarkan Kulit, Radang Amandel, Menguatkan Fungsi Ginjal, Melancarkan Kencing, Menurunkan Panas, Menenangkan, Membantu Peremajaan Sel-Sel
  • MIMBA
KHASIAT : Kanker, Tumor, Lever, Leukimia, Maag, Tekanan Darah Tinggi, Kolesterol, Membersihkan Darah, Mematikan Kuman Dan Parasit, Mencegah Malaria Dan Kencing Manis, Dysentri
  • KUNYIT PUTIH
KHASIAT : Menurunkan Tekanan Darah, Tumor, Lever, Asam Urat, Menghilangkan Lelah, Diabetes, Keputihan, Membantu Fungsi Organ Hati Dan Limpa, Membersihkan Darah Dan Menghilangkan Sumbatan, Melancarkan Peredaran Darah Dan Energi, Anti Radang, Perut Kembung, Kolesterol, Menghilangkan Nyeri Dan Tegang Pada Perut, Nyeri Haid, Tidak Haid, Membantu Proses Pengobatan Kanker Pada Alat Reproduksi, Pencernaan Dan Kulit, Menambah Stamina, Menghambat Sel Kanker Dan Mencegah Kerusakan Gen
  • CAKAR AYAM
KHASIAT : Melancarkan Peredaran Darah, Anti Kanker, Anti Racun, Anti Bengkak, Perut Busung, Menghentikan Pendarahan, Batuk, Radang Paru-paru dan Amandel, Infeksi Saluran Nafas Dan Saluran Kencing, Tulang Patah, Hepatitis, Kanker Rahim, Kanker Paru-paru, Kanker Nasopharynx, Bronchitis, Pengecilan Hati
  • TAPAK LIMAN
KHASIAT : Menambah Darah Merah, Peluruh Haid, Mempercepat Pengeluaran Nanah, Anti Radang, Membunuh Kuman, Menghilangkan Bengkak, Peluruh Kencing, Peluruh Dahak, Menetralkan Racun, Keputihan, Malaria, Cacar Air, Perut Kembung, Influenza, Beri-Beri, Hepatitis, Radang Amandel, Tenggorokan, Dan Mata, Influenza, Demam, Disentri, Diare
  • SIDAGURI
KHASIAT : Melindungi Organ Hati, Jantung Dan Paru-Paru, Asam Urat, Membersihkan Keguguran, Peluruh Kencing, Anti Radang, Peluruh Cacing, Mengurangi Rasa Sakit, Asma, Eksim, Rheumatik, Mengurangi Rasa Nyeri, Mengatasi Radang
  • CIPLUKAN
KHASIAT : Lemah Jantung, Penurun Panas, Menetralkan Racun, Bronchitis, Gula, Ayan, Gondongan, Bisul, Borok Pembengkakan Prostat, Batuk Rejan. Flu, Sakit Tenggorokan
  • BANGLE
KHASIAT : Sembelit, Kegemukan, Sakit Pinggang, Nyeri Perut, Cacing Kremi, Encok, Sakit Kuning, Asma, Rheumatik
  • DAUN SALAM
KHASIAT : Menrunkan Tekanan Darah Tinggi, Menurunkan Kolesterol, Membersihkan Darah, Diabetes, Panas Dalam, Maag, Diare
  • DAUN TEMPUYUNG
KHASIAT : Kencing Batu, Infeksi Usus Buntu, Disentri, WasirMenetralkan Racun, Penurun Panas, Peluruh Air Seni, Penghancur Batu, Tekanan Darah Tinggi, Radang Payudara, Kandung Kemih, Batu Empedu
  • SAMBILOTO
KHASIAT :
Menghilangkan Lelah, Typus TBC Paru-Paru, Batuk Rejan, Kencing Nanah, Menambah Nafsu Makan, Sakit Gigi, Pegal Linu, Rheumatik, Anti Biotik, Membantu Fungsi Organ Hati, Membersihkan Racun Dalam Darah, Gula Darah, Lemak Darah, Kolesterol, Penawar Bisa, Anti Radang, Menghilangkan Bengkak, Menurunkan Demam, Membunuh Kuman, Menguatkan Badan
  • DAUN SENDOK
KHASIAT :
Mematikan Kuman, Peluruh Kencing, Wasir, Keputihan, Gula, Kencing Batu, Sakit Kuning, Disentri, Batu Empedu, Radang Saluran Nafas, Gangguan Saluran Air Kemih, Batuk Sesak, Batuk Darah, Batuk Kering, Nyeri Otot, Obat Kuat Laki-Laki
  • MAHKOTA DEWA
KHASIAT :
Membantu Proses Penyembuhan Sakit Jantung Dan Darah Tinggi, Membantu Mengatasi Kelemahan Fungsi Organ Hati, Limpa Dan Ginjal, Melancarkan Peredaran Darah Dan Energi, Membantu Penyembuhan Hepatitis, Radang Ginjal, Mengurangi Nyeri Dan Menenangkan, Kanker, Tumor, Asam Urat, Rheumatik, Diabetes,
  • KUMIS KUCING
KHASIAT : Anti Radang, Anti Syphilis, Anti Kencing Manis, Peluruh Kencing, Menghilangkan Panas, Membersihkan Darah, Sakit Pinggang, Membantu Mengikis Batu Ginjal, Mengatasi Bengkak, Darah Tinggi, Infeksi Ginjal Dan Saluran Kencing, Menurunkan Kadar Gula
  • DAUN UNGU
KHASIAT : Wasir, Sembelit, Varises, Menghentikan Pendarahan, Melancarkan Peredaran Darah, Melancarkan Haid, Bisul Dan Bengkak Payudara, Kantung Empedu Berbatu, Demam, Membersihkan Perut
  • KEJI BELING
KHASIAT : Peluruh Kencing, Penghancur Batu Ginjal, Pencahar, Batu Kandung Kencing, Batu Kandung Empedu, Kencing Manis, Wasir, Sembelit
  • SIRIH PINANG
KHASIAT : Pelangsing, Menghilangkan Bau Badan, Keputihan, Sari Rapet Dan Sariawan
  • PURWOCENG
KHASIAT : Mengatasi Disfungsi Ereksi. Membangkitkan Hormon Seksual, Impotensi, Lemah Syahwat, Kurang Gairah Seksual, Melancarkan Peredaran Darah, Menambah Stamina, Menghangatkan Dan Menyehatkan Tubuh, Menyehatkan Kandungan, Mencegah Masuk Angin, Pegal Linu, Diabetes, Antidiare, Malaria, Obat Kelainan Kulit
  • JATI BELANDA
KHASIAT : Membantu Melangsingkan Badan, Membakar Lemak Menurunkan Kadar Kolesterol, Peluruh Keringat Dan Melancarkan BAB
  • BATRAWALI
KHASIAT : Membersihkan Dan Menguatkan Darah, Anti Malaria, Anti Radang, Menyembuhan Luka Dan Penyakit Kulit, Menurunkan Gula Darah, Menurunkan Panas, Mengatasi Alergi, Gatal-Gatal, Jerawat Dan Menghaluskan Kulit
  • DAUN DEWA
KHASIAT : Menurunkan Kadar Gula Darah, Terlambat Haid, Penurun Panas, Tumor, Batuk dan Muntah Darah, Pembengkakan Payudara Kejang pada Anak, Pendarahan Pada Wanita, Masuk Angin, Menghilangkan Bekuan Darah di Pembuluh Darah, Mencegah Stroke Dan Serangan Jantung, Pencegahan Liver Dan Liver Ringan, Kanker, Rheumatik, Ginjal
  • KELADI TIKUS
KHASIAT : Melumpuhkan Bakteri, Anti Radang, Menghilangkan Bengkak, Membersihkan Racun, Menghentikan Pendarahan, Liver, Ginjal, Leukimia, Membantu Pengobatan Kanker Payudara, Kanker Leher Rahim, Kanker Paru-Paru, Kanker Prostat, Kanker Otak, Kanker Tulang, Pankreas, Radang Kelenjar Limphe
Catatan :
Wanita hamil dilarang menggunakan obat ini. Setelah operasi tidak boleh langsung minum keladi tikus, tunggu 2 minggu. 2 hari pertama setelah minum mungkin mual, sedikit diare, kotoran hitam, dan lesu. Kadang – kadang muntah atau mual sesudah lama minum keladi tikus, hentikan dulu atau kurangi dosis pemakaian.
  • TEMULAWAK
KHASIAT : Hepatitis, Maag, Asma, Sembelit, Menghilangkan Bau Badan, Menambah Nafsu Makan, Menguatkan Dan Melindungi Organ Hati, Menguatkan Daya Tahan Tubuh Dan Menambah Stamina, Menguatkan Pencernaan, Menambah Darah Merah, Membersihkan Darah, Kolesterol Dan Lemak Darah
  • DAUN SEMBUNG
KHASIAT : Melancarkan Sirkulasi Darah Dan Energi, Menguatkan Jantung, peluruh Keringat, Anti Kencing Manis, Peluruh Dahak
  • MENIRAN
KHASIAT : Menguatkan Sistem Imun Dan Menekan Reaksi Imun Yang Berlebihan, Membantu Fungsi Organ Hati Dan Ginjal, Menurunkan Panas, Demam, Disentri, Hipertensi, Membantu Mengatasi Radang, Pembengkakan, Nyeri sendi, Menghambat Pertumbuhan Virus, Bakteri Dan Jamur

Disunting oleh : Admin
selengkapnya [...]
Desain Oleh :